Hal itu diungkapkan saat mengikuti acara pembukaan kembali kawasan Gunung Bromo bagi wisatawan di Cemorolawang, Kecamatan Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo dilakukan atas rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan Gunung Bromo telah berstatus siaga (level III) dan bisa dikunjungi hingga jarak radius dua kilometer dari kawah.
Pos Pengamatan Gunung Api di Gunung Bromo juga telah melaporkan bahwa akltivitas Gunung Bromo menunjukkan penurunan. Selain itu, lanjut Sutrisno, Gunung Bromo telah ditetapkan sebagai obyek wisata alam di Jawa Timur.
“Pembukaan kembali wisata gunung Bromo juga atas banyaknya permintaan dari pelaku wisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dalam mendukung program ‘Visit East Java 2011′,” katanya.
Sutrisno menyebutkan kerugian akibat penutupan obyek wisata Gunung Bromo berkisar antara Rp130 juta-Rp150 juta per bulan.
Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, TNBTS juga memasang rambu-rambu peringatan untuk menetapkan kawasan aman yang bisa dikunjungi wisatawan di Gunung Bromo. Selain itu, jam kunjungan juga dibatasi antara pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
“Kami akan terus melakukan evaluasi soal pembukaan wisata Gunung Bromo itu. Bagi pengunjung yang akan menikmati matahari terbit diarahkan ke Bukit Mentigan. Sedangkan wisatawan yang ingin menuju Puncak Penanjakan disarankan melewati Wonokitri Pasuruan,” ujar Sutrisno.
Sementara itu, Gunung Semeru di Lumajang hingga kini masih tertutup untuk pendakian, karena masih dilakukan perbaikan terhadap rambu-rambu yang rusak serta kondisi cuaca yang belum mendukung.







0 komentar:
Posting Komentar